You're the Only One

by - April 29, 2016



You're the only one 
                                     



Tukang parkir.
Tukang parkir adalah makhluk ghaib yang tak kasat mata. Namun disaat pemilik motor hendak pergi meninggalkan area parkir, makhluk ghaib itu tiba-tiba memperlihatkan wujudnya dalam bentuk nyata. Emejing!

Pernah nggak sih kalian ngeliat ibu-ibu dengan tampang sangar, galak, rambutnya diikat satu acakan, ngalungin peluit minjem dari wasit Timnas, plus rompi ijo-ijo yang kalo keliatan dari jauh selalu bikin gue panik. Yaiyalah, gue kira itu polisi lagi ngerazia. Ternyata tukang parkir. Ahelah.

Ibu-ibu yang gue jelaskan di atas tadi adalah buibu tukang parkir.

Setelah gue teliti, ternyata buibu tukang parkir jauh lebih sangar daripada abang-abang tukang parkir. Gue pernah mengendarai motor saat pulang kerja. Dari jauh gue melihat buibu tukang parkir lagi memberi aba-aba kepada pengemudi mobil yang hendak meninggalkan area parkir di salah satu tempat makan. Gue menurunkan kecepatan motor. 


‘’TEROOOSS TEROOOSSS. KANAN BALASS. KANAAANN’’


Suaranya macho abis gengs. Buibu ini kayaknya layak untuk menggantikan Komo Ricky kalo Komo Ricky resign dari host katakan putus.

Semakin dekat jarak gue ke buibu tukang parkir, gue semakin memelankan laju motor. Dan di saat itu juga, buibu tukang parkir tampak kaget dengan kehadiran gue yang berada tak jauh di belakangnya.
Sore itu, dengan langit yang cukup cerah, gue dipelototi oleh buibu tukang parkir. :”)


Nggak hanya kejadian itu, kemarin sore sepulang kerja, gue tidak langsung pulang ke rumah. Sebelumnya, Ibu mengirim sms minta tolong ke gue untuk dibelikan bahan dapur. Sebagai anak yang menjunjung tinggi nilai pancasila, sepulang kerja gue langsung ke pasar untuk memenuhi permintaan Ibu. Setelah membeli bahan dapur yang seperti Ibu pesankan, gue langsung kembali menuju parkiran di area pasar.

Gue sudah lama tau, kalau tukang parkir di pasar ini adalah seorang buibu dengan postur badan gemuk.
Saat gue sampai di area parkir, buibu tukang parkir tersenyum dari kejauhan dengan posisi duduknya yang super-amat-santai. Santai banget.
Kayak lagi menikmati pemandangan indah di Maldives.

Gue menggeser motor sendiri dengan segenap tenaga penuh yang gue miliki. Pelan-pelan gue mengeluarkan motor dengan arah mundur. Berharap buibu tukang parkir ini bergegas menghampiri gue dan membantu gue untuk mengeluarkan motor.


Tapi paan. Si ibu sama sekali nggak bergerak dari posisi duduknya. Matanya memandang lurus ke arah lain.


Oke gapapa. Aku strong abiz.
Gue memutar kunci motor. Menyalakan motor.

Kembali, gue melempar pandangan pada buibu tukang parkir tadi. Lagi dan lagi, si ibu hanya tersenyum ke gue. 

Gue nggak ngerti apa makna dibalik senyum buibu itu. Ada sejuta makna dibalik senyum. Gue nggak ngerti dengan apa yang dimaksud si ibu tadi.
Motor menyala dan gue tetap duduk di atas motor. Sampai sekitar 10 detik, gue menoleh lagi ke belakang untuk melihat buibu tukang parkir yang kali aja sedang berjalan hendak menghampiri gue.

Syukurlah. Akhirnya buibu tukang parkir tetep duduk dengan antengnya. Tanpa babibu, gue turun dari motor dan langsung nyamperin si buibu tukang parkir.


  ‘’ Ini, Bu uangnya ‘’
  ‘’ Eh iya iya makasih ya ‘’


Karena penasaran dengan apa yang membuat buibu ini nggak mau beranjak dari duduknya, gue pun mencari tau penyebabnya. Dan di sana gue menemukan sebuah tv yang sedang menayangkan Uttaran.

Iya Uttaran. 


YA ALLAH, KENAPA HARUS UTTARAN ;(
YA ALLAH, KAPAN NENEK TAPASYA TOBAT ;(


Karena kejadian-kejadian seperti itu, gue lebih suka dengan tukang parkir yang lelaki.Yang nggak banyak tingkah.
Setiap sore gue ke ATM, gue selalu bertemu dengan seorang lelaki. Abang tukang parkir. Iya, hampir tiap sore hari kami ketemuan. Uwuwuw~
Karena pertemuan yang sering itu, cinta pun tumbuh di antara kami berdua. Kami saling mencintai.

Enggak deng.

Karena pertemuan yang sering itu, gue dan abang parkir jadi semakin sering ngobrol, saling sapa dan senyum. Sampai suatu hari, saat gue hendak mengeluarkan uang parkir dari saku baju, abang parkir mengeluarkan hpnya.


  ‘’ Abang boleh tau nggak nomor hp Wulan berapa? ‘’
  ‘’ Buat apa bang? ‘’


Setelah si abang parkir menjelaskan secara rinci tujuan dia meminta nomor hp gue, gue pun memberikan nomor hp gue kepadanya. Sejak saat itu, terhitung sekitar enam bulan yang lalu, setiap kali si abang parkir sms gue, gue nggak pernah membalas smsnya. HUAHAHAAA.
Sampai pada suatu hari.

  ‘’ Lan, sms abang masuk nggak di hp Wulan? ‘’
  ‘’ Iya masuk bang. Oh iya sorry, smsnya nggak Wulan bales. Wulan kalo udah di rumah jarang megang hp. Udah kecapekan pulang kerja. ‘’
  ‘’ Oh iya ya. ‘’
Setelah gue berkata seperti itu, si abang parkir tetep aja masih mengirimi gue dengan sms-smsnya yang penuh amanah itu.

Isi sms yang penuh amanah itu seperti ini:
‘ MeqOm Wulan. Ge paen? Jgn lpa mam yaCh. Nanti ckid. ‘
‘Wulan pha kbarnya? Sehat?’
‘Wulan dah mKan ciank lumz?’

Lumz
Lumz

KENAPA MUSTI PAKE HURUF Z SIH?? YAWLAA

Tapi walau bagaimanapun, gue tetep bahagia bila menemukan tukang parkir laki-laki. Mereka dengan senang hati selalu membantu gue untuk mengeluarkan motor. 

Pernah suatu hari, gue hendak pergi ke tempat jahit bersama Ibu. Sesampainya di parkiran, gue cukup kaget melihat area parkir yang penuh dan padat oleh motor-motor. Ibu sudah dari tadi turun dan meninggalkan anaknya nan cantik rupawan ini kebingungan mencari parkir. Di saat gue sedang kebingungan itu, seorang abang parkir menghampiri gue dengan peluit kuning punya anak pramuka yang mengalungi lehernya.

  ‘’ Di sini dek, biar abang masukin ‘’
Gue langsung mencopot helm dan turun dari motor. Hampir aja pengen gue jawab, ‘’ Iya bang, tapi pelan-pelan ya masukinnya. ‘’

Iya maksud gue pelan-pelan masukin motornya. Nanti lecet.

Nah, abang-abang parkir yang kayak gini nih yang pengen gue peluk dari belakang, trus gue bisikin ke telinganya, ‘’ You’re the only one ‘’






You May Also Like

67 comments

  1. gue fikir apaan ini tadi liat gambar tiba-tiba diawal cerita tukang parkir. Ternyata mau meluk abang tukang parkir -______-"

    Wajar aja sih kalau cewek yg mau markir motor terus tukang parkirnya cowok, pasti gitu. Pernah gak ketemu tukang parkir semi laki-laki? Nah kemarin gue nemu dan gue gak cuman di parkirin motornya, tapi . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahaaa kamu tertipu anak muda.


      Tapi abang baaaanggg???

      Delete
  2. Emansipasi wanita nih sekarang pekerjaan yang identik dengan laki-laki aja sama perempuan juga bisa dilakukan haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, bener banget Wid. Emansipasi wanita yaa :D

      Delete
  3. Yaaaaah, aseeem. Penipuaaan, nih. Kirain mau bahas tentang asmara-asmara gitu, ternyata tukang parkir. Huuh, setelah adanya post ini kayaknya banyak cowok-cowok yang berlomba jadi tukang parkir. Biar bisa dipeluk dari belakang gitu. Muehehehe.

    Loh, di deket tempat les gue ada tukang parkir Alfamidi lebih sangar. Ibu-ibu rambutnya dikuncir. Kadang kepergok lagi ngerokok. Beuh, shangaaar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dasar kamu anak muda yang butuh siraman cerita tentang asmara.

      Bhahahahaa. Sa ae nih.

      Widiww. Sangar bet itu mah.

      Delete
  4. Wulan... Lama-lama blog ini bakalan mirip blognya Icha. EH, iya. Kalian satu peranakan. Lupa gue. :D

    Habisnya, awal bahas ibu-ibu parkir yang nyuekin gegara nonton Uttaran. Duh.. Icha makin cantik, ya lan? hahaha. Nggak gitu. Terus, tiba2 bahas abang2 yang cewekable bantuin parkir di saat kesulitan. Jadi pengen bantuin abang2 itu. Biar bisa ikut masukin (motonya) pelan-pelan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahaha kami satu perguruan, Pange. :D

      Ketahuan nih, Pangeran suka nonton Uttaran juga. Yawlaaaa
      HHAHAHAHAHAA

      Delete
  5. Kirain si buibu tukang parkirnya naksir Wulan, senyum2 doang, ternyata lagi liat uttaran.

    Tukang parkir cowok berarti ada maunya, kalo yang bawa motor cewek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa harus buibu tukang parkir yg naksir sama aku, mas :( abang ganteng gitu kek. Hohahahha

      Wah wahh bisa jadi nih mas Hen, :D

      Delete
  6. Tukang bubur itu orang yg jualan bubur
    Tukang bakso itu orang yg jualan bakso
    Tukang parkir itu orang yg jualan parkir
    Mank parkir semangkok berapaan neng?
    .
    Wah kasian y abang2 tukang parkirnya sms ga dibales
    Qamu tega neng
    Dy kan udah beli pulsa pake duit ya pake duitlah masa pake daon
    Kadang dy ngutang pas beli pulsanya
    Belum lagi otaknya mikir mw sms apa
    Belom lagi dy ngeluaran tenaga buat ngetik sms
    Liat perjuangan abang2 yg ngirim sms itu
    Penuh perjuangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Engggg nganu bang. Duuuh pertanyaannya sulit nih.

      Bentar ya.

      Delete
    2. HAHHAHAA astagaaa. Ini kalian berdua kenapa speechless yawlaaa

      Delete
  7. yang ini bacanya apa yu?
    Isi sms yang penuh amanah itu seperti ini:
    ‘ MeqOm Wulan. Ge paen? Jgn lpa mam yaCh. Nanti ckid. ‘
    ‘Wulan pha kbarnya? Sehat?’
    ‘Wulan dah mKan ciank lumz?’

    eh tapi bener sih tukang parkir itu tak kasat mata, perasaan pas parkir gak ada, eh pas mau cabut tiba-tiba muncul aja di belakang motor :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kita baca bersama-sama ya bang.

      Nah iya kan, datang tiba-tiba. Gatau datangnya darimana. Main nongol aja. hahahhaa

      Delete
  8. Seumur hidup, aku belum pernah nemu tukang parkir yang ibu-ibu, Laaaan...

    Apalagi tukang parkir yang lagi nonton Uttaran haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahaa. Kamu harus menemukannya, Dar. Harus.

      Delete
  9. Aku udah pernah liat, sih, buibu yang ajdi kangparkir. emang selalu gemuk badannya. dan pake topi. tapi aku gapernah itu punya keinginan buat meluk dari belakang, walopun udah susah-susah dia markirin motor. kalo anak gadisnya sih iya, pengin meluk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HHAHAHAAAHAHA ini ujung-ujungnya kenapa malah mau meluk anak gadisnya si ibu parkir.

      SA AE LAU BANG :D

      Delete
  10. Hhahaha jadi gini ya rasanya kejatuhan persepsi yang tak sesuai persepsi dan imajinasi haha aku pikir dari gambar awalnya itu tentang sosok lelaki yang peluk-able, iya emang lelaki sih, tapi ternyata tukang parkir hahaha

    Dan baru kali ini aku tahu ada tukang parkir yang lebih mementingkan tayangan UTTARAN dibandingkan kejar setoran haha ya ampun mak X)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahaa kenapa banyak sekali yang tertipu dengan gambarnya :D

      Iya bang, mentingin uttaran daripada kejar setoran. Wkakakaka

      Delete
  11. kiain mau ngebahas yang dramtis gitu, eh tapi ini juga dramatis endingnya ingin meluk dari belakang, dramatis sangat lan.
    oalah itu ibu ibu tukang parkir yang gak mau berdiri kirain bisulan eh malah nonton uttaran, ya Allah. sampai segitunya si ibu tukang parkir ya lan,
    kasian amat itu sms gak dibales,lebay kali ya bahasa smsnya. masih remajakah itu hingga sms dengan huruf dan bahasa yang gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahhaa dramatis ya kan bang. Meluk abang abang dari belakang.

      Begitulah tayangan Uttaran yg telah meracuni para buibu :(

      Enggak remaja bang. Kira-kira udah berkepala 3 kayanya.

      Delete
  12. UUUUH SO SWEET, LAN. The only one-nya ternyata tukang parkir. Bukan Aa Darma. Hahahahaha.

    Duuuh, baca ini jadi pengen melukin abang-abang tukang parkir juga. Jarang-jarang ada yang pengertian gitu ya, Lan. Peka habis. Tau aja sih kalau kita-kita ini suka dimasukin. Motornya yang dimasukin.

    Sama kayak Dara, seumur-umur aku belum pernah nemuin tukang parkir buibu. Menarik perhatian banget pasti ya buibu tukang parkir. Dan Uttaran menarik perhatian semua buibu tukang parkir kayaknya :'D

    Tukang parkir di daerahku nggak di-upgrade, gengs. Adanya abang-abang sama bapak-bapak aja. Huhuhu :(

    LUMZ. LUMZ. LUMZ. Ngakak banget baca itu. Wulan, yang abang tukang parkir lakukan ke kamu itu alay! Eh Astagfirullah. Aku ngatain orang terus. YA ALLAH, KAPAN ICHA TOBAT :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhhahahhaaaa iya, Cha. Sweet banget kan :D

      Wkakkakaa iya kan, Cha. Tukang parkir yg laki-laki memang pengertian ya. :D

      Di sana tukang parkir laki-laki semua ya, Cha? Di sini ada beberapa buibu yg jadi tukang parkir.
      Iyaaa hahaha Uttaran bikin buibu jadi terlena. :'D

      BHAHAHAHAHAHA IYA MEMANG DIA CHA :D
      Yang harus tobat itu bukan Icha, tapi nenek Tapasya.


      APA INI

      Delete
  13. Demi apa Wulan ngasih nomer hp ke abang2 tukang parkir? ya Tuhan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ta-tapi Syaaa. Aku bisa jelasin semua ini.

      Tunggu......

      Delete
  14. Yawlaaa wulaan o(><;)o
    Berharap ada yang bikin baper padahal, eh ternyata cerita soal kang parkir heheehhe

    Kadang suka sebel kalo ketemu kang parkir yang diminimarket, markirin kaga, tau-tau minta uwiiit, uwuwuwuw sebeeel
    Gak peka banget iiyh

    Dibales lan sesekali mah, kesian kang parkirnya nunggu balasan yang tak kunjung datang :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkakakaa aku nggak bisa bikin baper soalnya. Dibaperin trus ditinggal gitu aja sih sering. Nah kan malah curhat. Vira mancing nih :(

      Iya kan bener. Hahhahaha Bantuin enggak, giliran pas mau keluar dia nagih uang.

      Hahahahaa iya Vira :D

      Delete
  15. Kirain ceritanya tentang apa, ternyata tukang parkir toh, gambarnya membuat akan kasat mata tertipu dari ceritanya di bawah, hehe, kenapa enggak masukkan gambarnya yang relevan saja dengan ceritanya? Biar cocok dan pas dengan ceritanya, jadi lebih dapat kesannya,

    Maaf ya, hanya sekedar saran atau masukkan, salam kenal.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha iya gambarnya menipu mata ya.
      Wah iya terimakasih atas sarannya ya bang Jeffry :))

      Salam kenal kembali ya :) Ditunggu saran-saran lainnya.

      Delete
  16. Yawlaaa
    Aku punya banyak pengalaman bersama kang parkir sih. eh gimana?
    Kang parkir mah selalu ada-ada aja kelakuannya.
    Yang buibu malah pernah aku sok asik gitu, akhirnya bisa ga bayar, cuma modal kita tos-tosan doang.
    Terus ada kang parkir acara, yang kerjaannya duduk depan gerbang doang narik-narikin duit, itu pernah ampe mau berantem aku, temanku dan tukang parkir.
    Ada kang parkir Mcd yang cakep banget asli, ga pantes jadi kang parkir. Beneran cakep lan, baik, pernah kunci motor ketinggalan dicariin sampe masuk nyari-nyari di Mcd. Kalo kamu liat mungkin bawaannya mau peluk dari belakang.

    Uwuwuuw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahhahaa pengalaman gimana, Dib? Tulis dan posting dooonggg ya. Aku penasaran :D

      Wadaw. Cuma modal tos-tosan doang bisa gabayar gitu. Mantaps. Lah kenapa sampe mau berantem gitu si? Tulis dong. Titik. Aku mau bacaaaaaaa

      Intinya tetep, aku kirim salam sama kang parkir Mcd itu ya.

      Delete
  17. Aku juga beberapa kali nemu buibu yang profesinya tukang parkir tapi nggak nonton uttaran haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin waktu itu Uttarannya lagi iklan ya Uni. Hahahhaaa

      Delete
  18. Oke sip aku tertipu. Dikirain bakal ceritain kayak postingan yang lalu. Ternyata... :')
    Tukang parkir, ya? Selama ini sih, aku belum pernah ngeliat ibu-ibu jadi tukang parkir. Lagipula, aku belum punya sesuatu yang bisa ditaruh di tempat parkir hehehe. Paling suka berpapasan aja kalo lagi sama doi kemanaaa gitu. Hehehe.
    HAHAHAHA TAMPANGNYA JADI MINUS PAS TAU NONTON UTTARAN! HAHAHA HUHUHU :')
    Dikirain teh ngeliatin terus karena mungkin tukang parkirnya udah sering liat teteh markir di situ jadi dikasih bonus. Eh... Dasar uttaran!
    Padahal mah kabur aja weh, Teteh. Udah dikodein gratis juga. Eh, astaghfirullah.
    Bentar, mau meluk tukang parkir yang cewek atau cowok ini teh? .-.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahahahaa gapapa kan kalo aku yang nipu. Asal jangan tertipu oleh janji manis si dia aja. :D

      Di sana kang parkirnya bapak-bapak ya, Ris?
      Iya. Bhahahhaaa kirain nonton berita sampe segitu fokusnya. Ternyata nonton Uttaran :(
      Tukang parkir di sini nggak ada yg pernah ngebiarin motor pergi tanpa bayaran, Ris Hahahahhaaa.

      Itu dia masalahnya, Riska. Aku ndak paham kode-kodean. wwkwkwk

      Tukang parkir yang aa kasep pokoknya, De :D hahahaa

      Delete
  19. Keren berarti ibu-ibu ada yang tukang parkir. Di sini, gue gak pernah nemu tukang parkir ibu-ibu.

    Dan, itu endingnya peluk dari belakang, gak sekalian di atas kapal? Biar kayak Titanic gitu, wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emansipasi wanita. Yeaaah.

      Bhahahhaa korban film nih

      Delete
  20. Gue agak termenung di kalimat "Abang masukin pelan-pelan" itu... Serius...

    ReplyDelete
  21. Liat gambarnya kiraku bakal cerita anime. ternyata tukang parkir hhe. emang deh tukang parkir ini absurd terkadang datangnya. tapi mah kalau tiap hari bayar parkir. bakalan bkin repot juga hhe

    lucu deh sms nya. balas dung lann. dia udah perhatian tuhh . ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaahahhaa kamu tertipu wahai anak muda.
      Repot dikeuangannya ya kan, Di. Hahahaa

      NO :D

      Delete
  22. endingnya cuy.. mirip sama icha..
    rada rada.. hahhahaaa

    Kirain mau curhat soal kemarin yang habis berkunjung kerumah, udah jadian kek .. apa gimana kek..

    Eh malah soal tukang parkir ahahahaa.. Jadi lan.. sebenernya jatuh cinta sama kang parkir, atau sama yg kemarin berkunjung kerumah di anterin sm ayahnya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahahaaha masukin motornya maksud aku, Lel. Hhahahha

      Yawlaaa masih inget aja astagaa :'D
      Sama kamu aja Lel. Wkwkwkwk

      Delete
  23. Aku uda baca ini sejak wulan terbitkan postingan
    Tapi baru sempet drop komen skarang uhuhu
    Maklum suka sosibuk anaknya

    Euhhh itu uttaran rupanya uda ngeracunin semua kalangan ibu ibu agaknya ya, hhhaha
    Pukpul dah dicuekin si ibu kang parkir..

    Lhah endingnya bikin cowok cowok kayak yoga dan darma
    pasti langsung gelisah hahhhahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa iya gapapa mba. Aku dikomen mba Nita aja udah bahagia :D

      Iya mba. Hahahhaa semua ini gara gara Uttaran.
      Gelisah karena rebutan pengen meluk kang parkir juga mba. HAHAHHAAA

      Delete
  24. Kenapa tukang parkir :' hidupmu dengan tukang parkir ya :' padahal udah ada yang markirin hatinya dihati kamu *Apaan sih* wkwkkw

    Eng... yang terakhir itu ambigu parah :p wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangg. Jangan ngomongin hati. Hati kamu sendiri udah ada yg ngisi belom? Nggak ada kan. Nah itu!

      Masukin motor bang. Serius.

      Delete
  25. Uhuk, kirain ini Wulan bakal cerita tentang someone special atau apa, ternyata tukang parkir :'v

    "Jgn lpa mam yaCh. Nanti ckid" Hahahaha Yawlah si Abang parkirnya perhatian banget tuh lan, kenapa gak di pacarin aja? eh *peace :v

    Uttaran lagi, kenapa ibu-ibu suka banget nonton Uttaran yak? Itu si Nenek di film Uttaran ngeselin vanget grrr--"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahhaaa someone specialnya belom ketemu, Nov :'D

      wkakakakaa. Dia terlalu baik buat aku, Nov.
      Kamu suka nonton Uttaran juga kah? =D

      Delete
  26. Huahahaaa. Untungnya aku tidak tertipu dengan judul dan gambarnya.
    Tukang Parkir. YES!

    Kalo tukang parkir laki sih emang baek2 biasanya, pas ngeluarinnya juga pelan2... Ngeluarin motor maksudnya. Yah, kan. Aku mulai tertular :'D Wkwk.

    Tukang parkir buibu sih jarang nemu aku. Apalagi TUKANG PARKIR BUIBU LAGI NONTON UTTARAN. Serius, belom pernah nemu aku kak! AMAZING SEKALIH! Wkwk.

    Jiahaha, kak wulan terlalu baik sampai mmberikan no hpnya ke tukang parkir. Tp 6 bln gak dibales. Wakakak. Gapapa sih, itu artinya gak memberi harapan kan? Daripada mmberi harapan palsu. Ehehee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah selamat Lulu. Kamu akhirnya tidak tertipu dengan judul dan gambarnya. Hahahaha

      HAHAHAHAHHAHAA NGELUARINNYA PELAN-PELAN. HAHAHAA LULUUU.....

      Kamu belom pernah liat buibu jd tukang parkir, Lu? Mari kita cari bersama-sama.

      Iya, Lu. Habisnya aku gaenak. Tiap hari pasti bakal ketemu mukanya mulu. Hahahhaa
      Iya kan, kasih mah kasih aja. Tapi smsnya gak aku bales. Iya karena itu, biar gak dikira ngasi harapan. Hehheee

      Delete
  27. Ya ampuuuuun, aku ga pernah sampai saat ini nemu tukang parkir ibu-ibu, selalu bapak-bapak atau lelaki abege... ya pada akhirnya gendernya lelaki semua yang aku temuin. jadi pengen cari nih tukang parkir ibu ibu, ada tempat yang recommended? *eh

    UTTARAAAANNN. booming banget ya.
    aku belum pernah nonton lho film itu hahahaha.... jadi penasaraaaan sampai ibu ibu tukang parkir diem terlena begitu dan melupakanmu.

    bener.. enaknya tukang parkir lelaki gitu tuh, bantuin ngeluarin motornya, cakep bener dah kerjanya kalau udah gini. walaupuuun kadang nemu juga yang nongol-nongol pas motor udah keluar dan mau jalan, dateng cuma minta duit aja. uhuk


    Salam kenal.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup kamu belum lengkap kalo belum ketemu sama buibu tukang parkir. Hahahahaa
      Besok aku bikin list tempat yang recommended ya. Hahahaa

      Aku juga belom pernah nontonnya. Penuh drama abis. :(

      Iya hhehee. Dua jempol buat abang abang parkir yg sering bantuin ngeluarin motor.

      Hai iya Fauziyah. Salam kenal kembali ya. Tunggu aku yang bakal main ke sana ya :))

      Delete
  28. Karena Utaran hancur dunia otomotif indoneia (Padahal cuman soal parkiran). :))

    ReplyDelete
  29. cantik tenan .. :)

    http://obatginjalbocor.apotekgumilar.com
    http://obatginjalbocorterampuh.blogspot.com
    http://goo.gl/CvwbRS

    ReplyDelete
  30. Abang tukang parkirnya ternyata alay kambuhan ya. Tulisannya itu lho..
    Ya Allah saya ghibah. Gara-gara kamu, nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhahaa mari kita ghibah bersama-sama. Di sini memang tempat khusus untuk berghibah. :D

      Delete
  31. lemes gue baca sms itu kang parkirnya, lan :v
    gue juga sama, mending cari kang parkir yang bapa-bapak, biasanya lebih ramah sama lebih tanggung jawab sama tugasnya. daripada yang lelaki yang kira-kira masih muda yang jadi kang parkir terus tiba-tiba ada dibelakang kita yang dari tadi gak merhatiin ke motor yang diparkir, gue mending pake alesan "bentar a, nanti juga kesini lagi" gitu. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahhaaa. Lemes plus sakit mata bang

      Di sini mah sama aja bang. Bapak bapak ataupun anak muda tetep ae suka nongol sesuka hatinya.
      Alesan lu leh uga bang. Hahahahha padahal mah nggak kesana-sana lagi ya

      Delete

Komentarnya ditunggu kakak~